MA Thohir Yasin, Lembaga Formal dengan Konsep Full Day School tanpa harus Tingal di Asrama
Madrasah Aliyah Thohir Yasin, merupakan lembaga pendidikan setara SMA yang
bernaung dibawah Yayasan Pondok pesantren Thohir Yasin. Lembaga ini berdiri
sejak tahun 1996. Eksistensi Madrasah Aliyah Thohir Yasin memadukan model
pendidikan keagamaan dan pendidikan umum. Artinya mata pelajaran yang
dikembangkan tidak hanya yang secara formal diterima siswa umum, tetapi juga
dipadukan dengan beberapa materi pelajaran keagamaan. Ini selain yang
ditentukan kurikulum madrasah.
Menjalankan model pendidikan seperti itu, Madrasah Aliyah Thohir Yasin kemudian
menyelenggaran pendidikan diniyah bagi santrinya sebagai pengayaan bekal
keagamaan. Program diniyah ini berlangsung setelah proses pembelajaran formal
berakhir. Misalnya jika pelajaran formal berakhir pada jam 2 siang, maka
diniyah mulai dari jam 2.10 menit hingga jam 3.30 menit (waktu ashar).
Adapun kitab-kitab yang dipelajari di program diniyah ini adalah: Nahwu
Shorf, Fiqih, Tauhid, Tajwid, dan Hadits. Program diniyah ini diharapkan
mampu meningkatkan kualitas keagamaan siswa baik secara teoritis maupun
praktisnya.
Selain program Diniyah, MA Thohir Yasin juga menyediakan program ekstra-kurikuler
yang dibagi ke dalam dua program besar, yakni program yang harus diikuti
santri, dan program yang sifatnya opsional menurut bakat minat masing-masing.
Program ekstra yang wajib diikuti ada dua, yakni program pramuka dan
program diniyah. Adapun yang sifatnya opsional terdapat beberap ekstra-kurikuler:
Kaligrafi, Seni Bela Diri (Silat), Pena Santri (Pelatihan menulils), English
Club (Pengembangan bahasa inggris), Kajian Fiqih. Semua program ekstra ini
dilaksanakan pada sore hari di sekolah.
Melihat program yang dicanangkan MA Thohir Yasin, lembaga ini dengan
demikian menerapkan model sekolah penuh (Full Daya School). Diambilnya
model ini adalah untuk menginisiasi beberapa pihak yang mungkin ingin masuk ke
lingkungan pesantren namun berat untuk tinggal di asrama. MA Thohir Yasin dengan
demikian muncul sebagai solusi untuk siswa yang mau nyantri, namun tanpa
tinggal di asrama. Meskipun begitu, materi kepesantrenan seperti kajian
keagamaan tetap dilaksanakan melalui program diniyah sebagaimana dijelaskan
sebelumnya.
Namun demikian, bagi siswa yang mau masuk MA Thohir Yasin tetapi tetap
ingin tinggal di asrama tetap bisa melanjutkan di lembaga ini dengan mengambil
program PPSM Takmili Thohir Yasin, yang artinya meskipun sekolah formal di MA tetapi
tetap bisa tinggal di asrama dan menjalankan program pondok yang telah
diprogramkan.
MA Thohir Yasin mengusung visi: Religius, Inovatif, dan Peduli sosial. Visi
ini mendorong santri yang bernaung di dalamnya untuk memiliki sikap keagamaan
yang baik, berpikir maju untuk menemukan temuan-temuan baru, serta tetap peduli
terhadap masyarakat luas sebagai ladang pengabdian sosial.

Posting Komentar untuk "MA Thohir Yasin, Lembaga Formal dengan Konsep Full Day School tanpa harus Tingal di Asrama"